• Universitas Bung Hatta mempunyai 31 program studi yang dapat menjadi pilihan bagi calon mahasiswa baru tahun akademik 2018/2019 untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Semua program studi tersebut tersebar ketujuh fakultas dan program pascasarjana.

     

    Hal ini disampaikan oleh Rektor UBH Prof. Dr. Azwar Ananda, M.A. di Ruang Rektor Gedung E Kampus Proklamator I UBH, Rabu (4/7).

     

    Ada Fakultas Ekonomi yang terdiri dari tiga program studi yaitu Ekonomi Pembangunan, Manajemen dan Akuntansi. Fakultas Hukum dengan satu program studi Ilmu Hukum.

    Baca Juga: contoh kata baku dan tidak baku 

    Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan terdapat 8 program studi yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

    Baca Juga: bahasa adalah 

    Pendidikan Biologi, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer serta Pendidikan Jasmasi Kesehatan dan Rekreasi.

    Artikel Terkait: pengertian kurikulum 2013.

    Kemudian Fakultas Ilmu Budaya ada tiga program studi meliputi Sastra Indonesia, Sastra Inggris dan Sastra Jepang. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan terdapat 4 program studi yaitu Arsitektur.

     

    Teknik Sipil, Perencanaan Wilayah dan Kota serta Teknik Ekonomi Konstruksi. Ada juga Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan terdiri dari dua program studi yakni Budidaya Perairan dan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan.


    votre commentaire
  • Sebelum menciptakan sistem pondasi cakar ayam, Sedyatmo telah melahirkan beberapa karya. Karya pertama berupa jembatan air Wiroko di Wonogiri. Jembatan tersebut berbeda dengan jembatan lainnya karena hanya memiliki tebal 8 sentimeter, sementara yang lain memiliki ketebalan 35 sentimeter. 

     

    Advertisment Kemudian hasil karya berikutnya adalah pondasi Cakar Ayam, sistem konstruksi pipa pesat tekanan tinggi untuk memutar turbin pembangkit air, alat pengangkat air dari permukaan rendah ke permukaan tinggi. 

     

    Ia juga membuat sistem pembangunan jembatan “Ontoseno” yang menghasilkan jembatan apung di atas Sungai Kapuas dan Sungai Barito. Lalu ada bendungan lengkung ganda di Ngebel. 

     

    Bendungan ini dibuat dengan mengiris lereng gunng untuk mendapatkan tekanan air yang lebih besar. Selain itu Sedyatmo juga membuat konstruksi beton tipis yang hemat biaya dan sistem bentang khusus untuk jembatan. 

    Baca Juga: akuntansi dasar 

    Karya-karya tersebut telah dikemukakan di hadapan berbagai sidang pleno dari World Power Conference dari tahun 50-an sampai 60-an. 

    Artikel Terkait: bisnis adalah 

    Sebagaimana pondasi sistem cakar ayam, karya-karya lama Sedyatmo juga telah diterapkan secara sukses dan mendapatkan 17 hak paten negara besar.


    votre commentaire
  • Bahwa sejak kelahirannya pada 1 Juni 1945, Pancasila mengalami perkembangan hingga menghasilkan naskah Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945 oleh Panitia Sembilan. Dan, disepakati menjadi rumusan final pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia;

    Baca Juga: pengertian perusahaan

    Bahwa rumusan Pancasila sejak 1 Juni 1945 yang dipidatokan Ir. Soekarno, rumusan Piagam Jakarta 22 Juni 1945 hingga rumusan final 18 Agustus 1945 adalah satu kesatuan proses lahirnya Pancasila sebagai Dasar Negara;

    Baca Juga: bentuk pemerintahan

    Bahwa pada 18 Agustus telah ditetapkan sebagai Hari Konstitusi berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2008. Sehingga, untuk melengkapi sejarah ketatanegaraan Indonesia perlu ditetapkan hari lahir Pancasila;

    Artikel Terkait: pengertian hasil belajar

    Segala pertimbangan dan hasil keputusan tentang ditetapkannya hari pancasila, tertuang dalam Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Dalam Keputusan Presiden tersebut, ditetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila dan peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan hari libur nasional sejak 1 Juni 2017. 

     

    Keputusan Presiden itu juga menyebutkan bahwa pemerintah bersama seluruh komponen bangsa dan masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila setiap tanggal 1 Juni.

     

    Selain untuk melengkapi sejarah ketatanegaraan Indonesia, peringatan hari lahir pancasila ini bertujuan untuk mengukuhkan lagi semangat Pancasila dalam jati diri bangsa. Setiap bangsa perlu memiliki momen-momen yang dapat dimaknai bersama untuk menumbuhkan kesadaran atas identitas dan solidaritas bangsa.

     

    Jangan sampai kita bangsa Indonesia lupa, bagaimana perjuangan para pahlawan kita, yang berkorban sampai titik darah penghabisan demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Seperti halnya, peringatan Hari Lahir Pancasila ini sangat penting, untuk mengingatkan kita pada, dasar negara kita.

     

    Jangan sampai, muncul kepentingan lain baik dari dalam maupun luar negeri yang berusaha memecah belah bangsa Indonesia.


    votre commentaire
  • Diatas merupakan bunyi dari pancasila yang merupakan dasar atau ideologi Negara Indonesia. Pembacaan teks Pancasila ini wajib dilakukan saat kegiatan upacara bendera di seluruh wilayah Republik Indonesia. Dasar Negara sendiri merupakan pegangan suatu negara yang menjadi sumber dari semua sumber hukum dan tata tertib hukum yang berlaku dalam negara tersebut (Setiadi : 2008). Artinya, pancasila menjadi sumber hukum dan tata tertib hukum atau induk dari segala hukum yang berlaku di Indonesia

     

    Pancasila tidak dibuat secara sembarangan. Bahkan, Pancasila mulai disusun sebelum kemerdekaan Republik Indonesia. Pada awal proses penyusunannya, diadakan rapat para pendiri bangsa dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) di Gedung Chuo Sangi In, Jakarta, yang pada masa kolonial Belanda merupakan Gedung Volksraad, sekarang dikenal sebagai Gedung Pancasila.

    Baca Juga: contoh analisis swot

    BPUPKI alias “Dokuritsu Junbi Cosakai” merupakan badan yang dibentuk pemerintah kolonial Jepang pada 29 April 1945 sebagai rekayasa Jepang untuk mendapatkan dukungan rakyat Indonesia, bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Dalam rapat BPUPKI pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidato mengenai lima dasar negara yang dia sebut dengan nama Pancasila.

    Artikel Terkait: analisa atau analisis

    Berikut cuplikan pidato Soekarno saat itu:

     

    “Saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman kita, ahli bahasa saya, namanya ialah Pancasila. Sila artinya asas atau dasar, dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan negara Indonesia, kekal dan abadi,”.

     

    Sejak awal, Soekarno menganggap Pancasila sebagai dasar atau fondasi berdirinya sebuah rumah besar, yakni Republik Indonesia. Yang di dalamnya menaungi berbagai macam suku dan agama.

     

    Selanjutnya pada 7 Agustus 1945, Jepang mengganti BPUPKI menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) atau “Dokuritsu Junbi Inkai”. Tidak lama kemudian, Jepang hancur lebur pada Perang Dunia II ketika pasukan sekutu barat pimpinan Amerika Serikat, menjatuhkan bom atom ke Hiroshima pada 6 Agustus 1945 dan ke Nagasaki pada 9 Agustus 1945. Sumber : http://pengertianparaahli.com.


    votre commentaire
  • Tulisan singkat ini saya tulis karena teringat salah seorang mantan anak didik, sekitar  5 (lima) tahun lalu yang menjadi inspirasi untuk adik-adik kelasnya, semasa SMA bahkan sampai kuliah. Inspirasi karena setumpuk prestasi yang ditorehkannya. 

    Baca Juga: evaluasi adalah

    Dalam sebuah dialog di perjalanan, menuju salah satu stasiun tv swasta di daerah Kedoya, Jakarta Barat. Saya menemaninya dalam mobil yang dikendarai pihak stasiun tv, sebab mereka mengundang siswa tersebut (setelah saya rekomendasikan ke pihak tv) dalam sebuah acara dialog pagi bertemakan kepemimpinan.

    Artikel Terkait: pengertian media 

    Singkat cerita, selama di perjalanan dari Labschool Jakarta menuju Kedoya, yang cukup jauh, kami mengisinya dengan diskusi kecil-kecilan sebagai teman menghidupkan suasana di tengah kemacetan yang sudah menjadi langganan di Jakarta pada jam kerja.

     

    Berikut torehan dialog kurang lebihnya yang saya masih ingat sampai sekarang. Diskusi bermula ketika anak ini bertanya kepada saya, “Pak, nanti pas siaran dialog tv itu kira-kira saya ditanya apa yah?” Saya jawab, “Ya, paling kamu ditanya sama penyiarnya tentang siapacontoh figur pemimpin yang menjadi favorit kamu.” 

     

    Respon saya kepadanya seraya sambil memerhatikan kemacetan sekitar. “Wah kalo begitu bagusnya saya jawab bagaimana ya, Pak?” Lalu saya menimpali, “Itu terserah kamu mau pilih siapa sebagai sosok yang kamu kagumi. Bisa tokoh nasional atau dunia. Bisa juga nama pahlawan atau pemimpin negara kita. Siapa saja sih.”

     

    “Kalau Bapak, kira-kira siapa sosok figur pemimpin bangsa yang dikagumi?”, tukas siswa ini secara cepat menimpali jawaban saya. Sepertinya, dia penasaran alias kepo dengan jawab saya. Kebetulan dia menjabat sebagai ketua umum OSIS di sekolah kami waktu itu. 

     

    Performance dia secara akademik dan kepemimpinan memang bisa dikatakan laik diteladani oleh adik-adik kelasnya. Sebagai guru PKn saya acap kali diajak diskusi mengenai politik dan kebangsaan olehnya, baik di depan kelas maupun di luar kelas. Saya tak paham mengapa siswa berdarah Minang ini suka berdiskusi dengan saya. 

     

    Kadang-kadang capek juga melayani siswa yang minat keingintahuannya tinggi, apalagi menyangkut nama-nama dalam sejarah bangsa, yang kontroversial, atau para founding fathers-mothers atau pemimpin di masa kini. Tapi sudah menjadi panggilan saya sebagai pendidik. Sumber : Pembelajaran.


    votre commentaire